Labels

  • TEMAN SEJATI…

    Mengerti ketika kamu berkata ‘Aku lupa’ Menunggu selamanya ketika kamu berkata ‘Tunggu sebentar’ Tetap tinggal ketika kamu berkata ‘Tinggalkan aku sendiri’ Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata ‘Bolehkah saya masuk?’

  • Sahabat

    Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…

  • Best Friends

    Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya..

Showing posts with label Purworejo. Show all posts
Showing posts with label Purworejo. Show all posts

Sunday, February 25, 2018

Bedug Purworejo Berdug terbesar didunia #PesonaPurworejo

Bedug Terbesar didunia
Bedug Purworejo Berdug terbesar didunia, salah saru 'icon' dari kota Purworejo adalah bedug raksasanya. Bedug yang diberi nama bedug pendawa ini berada di dalam serambi Masjid Agung Darul Muttaqien Purworejo (Masjid Agung Purworejo) yang berada di barat alun-alun Kabupaten Purworejo.
Bedug ini menjadi salah satu saksi sejarah kemajuan perkembangan agama Islam di kota kecil Jawa Tengah yang dahulunya di kenal dengan Tanah Bagelen yang pada saat ini merupakan daerah yang sangat di segani oleh daerah-daerah lain,dalam sejarah saat itu ada salah satu tokoh Islam yaitu Sunan Geseng muballigh besar yang meng islamkan wilayah Purworejo dan sekitarnya bahkan pengaruhnya hingga ke Yogyakarta dan Magelang.
Bedug Pendawa ini adalah peninggalan Cokronagoro I yang merupakan bupati pertama di Purworejo yang lebih di kenal dengan Adipati Cokronagoro I yang di masa mudanya mengabdi Kepatihan Kraton Surakarta yang mendapat tugas mengawasi perairan atau irigasi di daerah Ampel dan Boyolali ,di masa tugasnya selesai Cokronagoro I kembali ke Purworejo mengabdi menjadi bupati pertama dan mempersembahkan Bedug yang menjadi karya besar umat Islam dalam pembuatannya di perintahkan langsung oleh sang bupati yang sangat peduli dengan perkembangan Islam di tanah Purworejo.

Bedug Kyai Bagelen atau Bedug Pendowo yang di buat dengan salah satu pohon terbesar yang ada pada saat itu yaitu pohon jati pandowo,pohon yang di ambil pun bukan sembarang pohon,pohon jati ini memiliki ke unikan sendiri yang bercabang lima maka di sebutnya dengan jati pandowo,dalam berbagai informasi saya gali pohon yang di buat bedug ini merupakan pohon kramat dan tidak boleh di tebang oleh tokoh masyarakat setempat namun atas perintah sang bupati pertama Cokronagoro I yang tidak mempercayai tahayul atau mitos dan mengutus ulama Kyai Irsyad untuk menebang dan di serahkan ke Tumenggung Prawironagoro,akhirnya beduk yang di buat sekitar tahun 1837 oleh Tumenggung Prawironagoro dan Raden Patih Cokronagoro selesai di buat dan di tempatkan di Masjid Agung Kadipaten yang saat ini bernama Masjid Darul Muttaqien.

Sejarah Bedug Purworejo